Pemerintah Kecamatan Sandaran Gelar Seleksi Tilawatil Qur’an Zona 3

  • Whatsapp

HarianKutim.com Sangatta -Sebanyak 34 peserta yang berasal dari empat desa di Kecamatan Sandaran mengikuti seleksi Tilawatil Qur’an zona 3 yang bertempat di Desa Susuk Luar, Senin, (14/2/22).

Dalam rangka mencari anak-anak yang memiliki bakat dan kemampuan menjadi generasi qori dan qori’ah yang berkualitas, yang akan dipersiapkan untuk mengikuti seleksi Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ditingkat kecamatan, kabupaten, provinsi maupun nasional.

Bacaan Lainnya

Adapun peserta yang mengikuti seleksi Tilawatil Qur’an berasal dari desa susuk luar, desa susuk dalam, desa susuk tengah, dan desa marukangan. Dan kegiatan ini di laksanakan selama satu hari pada tanggal 14 Februari 2022.

Dalam sambutannya Akhmad Sulaiman Mengatakan “Untuk langkah awal panitia hanya melakukan seleksi di bidang Tartil golongan anak-anak putra-putri, Tilawah golongan anak-anak putra putri, Tartil Golongan remaja putra putri,”ungkapnya.

“Harapan saya dengan adanya kegiatan seleksi Tilawatil Qur’an ini mampu membangkitkan semangat generasi muda qur’ani untuk senantiasa membaca dan terus mengembangkan kemampuan membaca Alquran. Dan tak kala penting kedepan Kecamatan Sandaran dalam cabang tertentu sudah memiliki kader-kader yang siap untuk berkompetisi di setiap tingkatnya,” ucap pak tamma sapaan akrabnya.

“Alhamdulillah untuk partisipasinya sangat luar biasa, semangat masyarakat terlihat sekali sejak acara pembukaan sampai acara penutupan sangat antusias mengikuti kegiatan perlombaan yang begitu ramai,” tutupnya.

Sementara itu Camat Sandaran, Tri Sukadar menyampaikan “Dengan dilaksanakanya seleksi Tilawatil Qur’an zona 3 ini sebagai bentuk efektifitas dan efisiensi  selektif santri dengan pembagian zona,” ucapnya.

LPTQ meningkatkan peran dan fungsi dalam pengmbangan Musabaqoh Tilawatil Qur’an dengan membentuk rumah tilawah dan rumah tahfidz di Kecamatan Sandaran.

Dengan kegiatan seperti ini kami harap dapat mensosialisasikan melalui kegitan majelis ta’lim  dan memperkenalkan cabang musabaqoh seperti fahmil, syarhil dan khotmil Qur’an kepada masyarakat.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan pendidikan Al-Qur’an dengan menjadi donatur dan menjadi pembmbing bagi anak-anaknya,” jelasnya.

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.