Pengemudi Kendaraan Pengangkut Alat Berat Tergelincir di Jalan Poros Telen

  • Whatsapp

Kongbeng, hariankutim.com – Kecelakaan tunggal menimpa pengemudi kendaraan pengangkut alat berat dari Semarang Jawa Tengah menuju Telen Kutai Timur. Tragedi kecelakaan terjadi di jalan poros Telen-Muara Wahau tepatnya di simpang telen kabupaten Kutai Timur pada hari minggu 11 Juni 2017 sekitar pukul 20.00 Wita.

Korban tewas atas nama Totok Efendi warga RT 03 RW 02 desa Karang Sari Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang pengemudi Fuso Nopol N 8641 UR, saat di TKP tubuh korban terjepit kabin kendaraan sehingga memerlukan waktu cukup lama hampir 5 jam, untungnya ada bantuan dari sopir dan pemumpang yang lewat TKP, sedangkan Kenek Fuso dalam kondisi selamat dilarikan ke RSUD Kudungga Sangatta Kutai Timur karena luka-luka yang dialami, tutur Bripka Rudi Hartono Lantas Polsek Muara Wahau yang saat itu memimpin evakuasi korban.

Jenazah Korban meninggal dibawa ke Pukesmas Muara Wahau 2 untuk menunggu keterangan dari keluarga yang ada di Lumajang, keluarga korban baru menghubungi kepolisian sekitar jam 16.30 hari senin 12/6, keluarga mengabarkan bahwa pengurusan jenazah korban diserahkan kepada pihak kepolisian setempat karena terkendala biaya. Tambahnya

Iptu Sukoso Kapospol Kecamatan Telen membenarkan adanya kecelakaan tersebut, dan disinyalir korban berangkat dari Semarang sepuluh hari dari tragedi kecalakaan tunggal yang merenggut nyawa korban.

Menjelang Sholat Isya’ Iptu Sukoso melalui Ibu Indah anggota Bayangkari sekaligus Fatayat Kongbeng menghubungi beberapa organisasi kepemudaan yang ada di Kongbeng. Redi Ketua GP Ansor Kongbeng, Ubaidillah Ketua Komunitas CM, dan Sukri BANSER SATKORYON Kongbeng bergegas melalukan pengurusan pemakaman jenasah korban di desa Makmur Jaya kecamatan Kongbeng setelah dihubungi melalui melalui SMS dan telfon dari Ibu Indah.

Usai Sholat tarawih warga Makmur Jaya yang dipimpim Ustadz Zuhri Hamid, Ustadz Saddam serta Sujiman kades Makmur Jaya menuju ke Mushola Baitul Muttaqin jalan Danau Semayang untuk menyambut janasah yang dibawa dari ruang Gawat Darurat Pukesmas Muara Wahau 2 oleh Ambulan milik Pukesmas Kongbeng. Setelah melakukan koordinasi antar kepolisian yang diwakili Iptu Sukoso dengan warga jalan Danau Semayang memutuskan jenasah dikebumikan malam itu juga di pemakaman desa Makmur Jaya, proses pemakaman berlansung dramatis saat mulia dari memandikan, menyolakan, dan pemakaman diiringi dengan petir serta gerimis yang kadang-kadang lebat angin menghembus menebarkan aroma dari minyak wangi bercampur aroma jenasah yang sudah dua malam.

Pemakaman selasai pukul 00.15 Wita masih dalam guyuran hujan, Iptu Sukoso, Bripka Rudi Rartono serta Sujiman Kades Makmur jaya mengucapkan terima kasih kepada segenap warga yang telah membantu proses pemakaman.

Indrawan salah seorang anggota Capung Merah menuturkan, “ini kali pertama mengurus jenasah pada malam hari, hujan lagi kaya seperti yang di film-film tapi ini nyata saya alami sendiri, biar basah kuyup tapi ini pengalaman yang luar biasa.” (Gunadi/Nala)

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *