Peringati 7 Hari KH. Hasyim Muzadi, Pengurus Nahdlatul Ulama Kutim Adakan Tahlil Kubro

Peringati 7 Hari KH. Hasyim Muzadi, Pengurus Nahdlatul Ulama Kutim Adakan Tahlil Kubro

Sangatta, hariankutim.com – Puluhan pengurus cabang dan warga Nahdlatul Ulama Kutai Timur adakan tahlil kubro, memperingati 7 hari wafatnya almarhum almaghfurllah KH. Hasyim Muzadi, Selasa (21/3).

Peringati 7 Hari KH. Hasyim Muzadi, Pengurus Nahdlatul Ulama Kutim Adakan Tahlil Kubro

Kegiatan yang dimulai ba’da shalat isya ini bertempat di masjid Al Furqon Gang Masjid Sangatta, ini dihadiri jajaran pengurus cabang Nahdlatul Ulama Kutim dan badan otonom NU.

Sebelun pembacaan surat Yasin dan tahlil memperingati 7 hari atas wafatnya beliau Bapak KH. Hasyim Muzadi, tawasul dibacakan rais suroah Nu Kutim, Habib Muhammad Baqir, ST., MBA. Sementara yang bertugas membaca surat Yasin dan Tahlil adalah Katib syuriah NU Kutim, K. Mungdirin.

Tampil sebagai maidhah hasanah, Kiai Muda Nahdlatul Ulama Kutim M. Syaikhu yang juga tercatat sebagai wakil sekretaris pengurus cabang NU Kutim. Pada kesempatan tersebut, sang kiai muda menyampaikan manaqib singkat KH. Hasyim Muzadi. Menurut Syaiku, KH. Hasyim muzadi memulai kiprahnya di organisasi massa keagamaan terbesar di Indonesia pada usia 20 tahun sudah menjadi ketua ranting NU di Bululawang Malang teoatnya tahun 1964 dan menjadi Ketua Anak Cabang GP Ansor Bululawang-Malang 1965.

Hampir 50 tahun usia KH. Hasyim Muzadi dihabiskan untuk kemajuan NU dengan menjadi Ketua Cabang GP Ansor Malang 1967-1971, Wakil Ketua PCNU Malang 1971-1973, Ketua PCNU Malang 1973-1977, Ketua PW GP Ansor Jawa Timur 1983-1987, Ketua PP GP Ansor 1987-1991, Ketua PWNU Jawa Timur 1992-1999, Ketua Umum PBNU 1999-2004, dan Ketua Umum PBNU 2004-2009.

Selain itu KH. Hasyim Muzadi juga menulis buku, diantaranya; Membangun NU Pasca Gus Dur, Grasindo, Jakarta, 1999., NU di Tengah Agenda Persoalan Bangsa, Logo, Jakarta, 1999, dan Menyembuhkan Luka NU, Jakarta, Logos, 2002.

Diakhir ceramahnya, Kiai muda mengajak jamaah untuk meneladani orang-orang soleh, karena orang soleh akan membawa berkah bagi lingkungannya.

“KH. Hasyim Muzadi termasuk orang yang sholeh,” tegasnya. (shs)

Bagikan:

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Komentar

Komentar

Loading…

0

Comments

0 comments

DPK BKPRMI Kongbeng Buka Pendaftaran 200 Santri Calon Wisudawan Khotmil Qur’an

Uce Prasetyo Kritik Jalan, Jangan Salah Sasaran