Peringati Hari Perempuan, Kopri PMII Kutim Gelar Aksi

Sangatta, hariankutim.com – Dalam rangka memperingati Hari Perempuan International yang jatuh pada 8 Maret, Pengurus Korps PMII Puteri (Kopri) Kutai Timur mengadakan aksi damai dan bersih lingkungan di wilayah pantai Kenyamukan, Sangatta, Rabu (8/3).

Peringatan hari perempuan internasional yang digagas Kopri ini diikuti pengurus Cabang PMII dan masyarakat pantai Kenyamukan. Tidak kurang 15 perempuan yang tergabung dalam Korpri PMII ini tampak bersemangat membawa alat kebersiha, parang dan kantong plastik sebagai media pengumpul sampah.

Aksi ini mengajak seluruh masyarakat khususnya kaum perempuan untuk terus bergerak dan berjuang agar tidak lagi terdiskriminasi.

Ketua kopri pengurus cabang PMII Kutai Timur, Siti Mahmudah dalam rilis yang diterima harian kutim mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Kopri PMII Kutim setiap hari perempuan internasional.

Di hari perempuan ini, Mahmudah mengharapkan pemerintah melindungi kepentingan masyarakat, khususnya kaum perempuan karena saat ini berdasarkan data UN Women 70% penduduk miskin dunia adalah perempuan. Ia juga mendorong pemerintah untuk membuat regulasi dan pendampingan implemntasi di lapangan tentang peran perempuan dalam menjaga kelestarian lingkungan, sehingga dikotomi peran perempuan dalam menjaga lingkungan terakomodir.

Ia menambahkan bahwa kebersihan lingkungan merupakan bagian penting dari sebuah keberlangsungan ekosistem. Ketika ekosistem itu baik maka akan berdampak pada kehidupan perempuan yang juga baik dan sehat. Dengan adanya ekosistem yang baik maka sumber air, tanah, dan udara juga baik bagi perempuan.

Harapannya bahwa kegiatan yang dilakukan ini bisa mengajak masyarakat luas untuk turut serta ambil bagian dalam menjaga kebersihan lingkungan, agar ekosistem alam menjadi bersih dan sehat, “karena ekosistem yang baik akan lebih membuat kehidupan perempuan jauh lebih sehat, dikarnakan sumber kehidupan perempuan adalah air, tanah dan udara,” katanya.

Bila salah satu siklus yang menumpang ekosistem rusak maka yang lainnya juga ikut rusak, “jika satu diantaranya rusak, maka yang lain juga akan ikut rusak, dan itu adalah salah satu yang meragukan masyarakat, khususnya para perempuan,” pungkasnya.
Reporter Nasirudin / Editor Sismanto HS

Bagikan:

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Komentar

Komentar

Loading…

0

Comments

0 comments

Terjadi Laka Lantas di Jalan Inpres Sangatta

Rapim PCNU, Berikut 9 Rekomendasi Suriah NU Kutai Timur