Rapim PCNU, Berikut 9 Rekomendasi Suriah NU Kutai Timur

Rapim NU Kutai tmur
Rapim NU Kutai tmur

Sangatta, hariankutim.com – Usai dilantik beberapa waktu yang lalu, pengurus cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Kutai Timur adakan rapat pimpinan suriah dan tanfidziyah NU di rumah jabatan Sekkab Kutai Timur, di kawasan perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta Selasa (7/3).

Hadir pada rapat pimpinan terdiri dari 3 unsur, Muhtasyar, Suriah, dan Tanfidz. Unsur Muhtasyar tampak hadir KH. Imron Rasyadi, Rais suriah Habib Muhammad Bakir, ST., MBA., K. Wasis Ridwan, Katib suriah K. Mungdirin.

Sementara dari unsur pengurus tanfidziyah, Ketua Drs. H. irwansyah, M. Si, Wakil Ketua Harun Rasyid dan KH. Hasyim Asyari. Sekretaris Imam Wahyudi, S.Si,, M.Pd., Sismanto, M.Pd., dan Kaliman, M.Pd. serta dari unsur bendahara Nurcholis dan M. Yasin.

Kegiatan dimulai dengan berdoa bersama yang dipimpin Rois suriah, kemudian agenda rapat pimpinan terbatas hasil dari rekomendasi suriah kepada pengurus cabang nahdlatul ulama dibacakan oleh katib suriah, K. Mungdirin.

Ketua Pengurus cabang NU Kutim, Drs. H. Irawansyah, M. Si. Mengungkapkan bahwa 9 rekomendasi suriah NU Kutai Timur sudah mewakili permasalahan yang ada di organisasi NU. Ia mendorong pengurus untuk bekerja sama dan bahu membahu untuk menggerakkan roda organisasi sebagaimana yang direkomendasikan suriah, “untuk hal ini, saya setuju dengan rekomendasi yang akan kita bahas malam ini,” katanya.

Lanjut Irawansyah, penguatan lembaga dan revitalisasi lembaga pendidikan ma’arif menjadi hal yang perlu sebagai bentuk pengkaderan di lingkungan NU dan juga sebagai bentuk syiar yang dilakukan NU dalam bidang pendidikan, “perlunya dibentuk tim khusus untuk melakukan seleksi siapa yang akan menjadi ketua lembaga pendidikan maarif,” ujarnya.

Disamping itu juga, sekretariat merupakan pusat gerakan dari sebuah organisasi. Untuk itu, masa khidmad di kepengurusan ini harus bisa merealisasikan sekretariat NU Kutai Timur. Pada kesempatan tersebut terbentuk 5 orang yang bertugas sebagai panitia pelaksana pembangunan sekretariat NU, “malam ini sudah harus tuntas tim yang bertugas sebagai panitia pembangunan sekreatriat”, ia melanjutkan.

Evaluasi dan data yang masuk di pengurus NU Kutai Timur, ada informasi dai pembangunan tidak bisa tahlil dan tidak berani mengurus jenazah, sehingga peran lembaga dakwah NU (LDNU) perlu disinergikan dan berkoordinasi dengan program dai pembangunan maupun Majelis Ulama Indonesia Kutim (MUI).

Sementara lembaga maupun badan otonom yang sudah berjalan sesuai dengan rel dan program-programnya, perlu didorong, dimotivasi dan dimediasi supaya terus berkembang dan lebih maju, “kita dorong lembaga dan badan otonom maju dan berkembang,” paparnya.

Disamping pembuatan kartaNu sebagai database warga NU, perlu juga menghidupkan dan memperbarui SK majelis Wakil Cabang (MWC) yang sudah expired, kemudian MWC didorong dan dimediasi untuk membentuk ranting sehingga program pengurus bisa dirasakan langsung di tingkat ranting. Tak kalah pentingnya, media informasi cetak maupun elektronik sebagai wahana informasi bagi jamiyah NU Kutim, “lembaga Taklif Wa Nashr (LTN) harus terbentuk,” pungkasnya.

Agenda rapat pimpinan terbatas pengurus cabang nahdlatul ulama Kutai Timur itu merekomendasikan sebagai berikut;

1. Terlibat aktif membina akhlakul karimah dan memenuhi kebutuhan keberagaman masyarakat Kutai Timur berdasarkan aqidah ahlussunnah wal jama’ah.

2 Revitalisasi lembaga pendidikan ma’arif hingga menjadi lembaga pendidikan islam terkemuka di Kutai Timur.

3 Pembangunan kantor sekretariat PCNU Kutai Timur sebagai pusat pergerakan organisasi.

4 Mempertajam peran lembaga dakwah NU (LDNU) melalui sinergisitas dengan dai pembangunan dan MUI.

5. Meningkatkan peran lembaga perekonomian NU (LPNU) hingga tercapai kemandirian ekonomi.

6 mendukung dan menggerakkan lembaga dan badan otonom yang ada sehingga aktif melakukan kegiatan berdasarkan rencana kerja masing-masing.

7 Meningkatkan peran Majelis Wakil Cabang MWC dalam upaya mendorong terbentuknya ranting NU di seluruh kecamatan di wilayah kabupaten Kutai Timur.

8 Pembuatan kartaNU bagi anggota NU di wilayah Kutai Timur.

9 Menggagas media informasi elektronik sebagai media informasi dan media dakwah nahdlatul ulama.

Bagikan:

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Komentar

Komentar

Loading…

0

Comments

0 comments

Peringati Hari Perempuan, Kopri PMII Kutim Gelar Aksi

Musda Ikapakarti, Bupati Ajak Masyarakat Jawa Bangun Kutim