Ratusan Pegawai RSUD Kudungga Gelar Aksi Tuntut Hak dan Restrukturisasi Manajemen

  • Whatsapp

HARIANKUTIM.COM, Sangatta – Ratusan tenaga kesehatan dan pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga Kutim melakukan aksi damai menuntut haknya dibayarkan dan perlunya restrukturisasi manajemen pada Kamis (04/11).

Aksi tersebut dimulai dari titik kumpul Stadion Kudungga, Jl. Soekarno-Hatta menuju Gedung Serba Guna, Komplek Perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta Utara.

Bacaan Lainnya

Peserta aksi kemudian audiensi dengan unsur pemerintahan Kutim. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Kutim, H. Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Kutim, H. Kasmidi Bulang, Kepala Dinas Kesehatan, Unsur pimpinan dan anggota DPRD.

Para tenaga kesehatan dan pegawai tersebut melakukan aksi guna menuntut adanya perbaikan manajemen di RSUD.

dr. Didit, mewakili peserta aksi meminta adanya perubahan di top maanjemen.

“Kami karyawan yang pro perubahan di RSUD Kudungga, meminta adanya perubahan di top manajemen. Kita akan meluapkan uneg-uneg kita, tujuannya untuk peningkatkan dan perubahan pelayanan di RSUD,” tutur dr. Didit.

Lanjutnya, dr. Didit menyampaikan dirinya dan peserta aksi lainnya meminta kepada Bupati untuk segera merespon persoalan tersebut.

“Setelah kita melaksanakan kegiatan ini, tidak ada jaminan untuk kami, bahkan dari pimpinan kami mengintimidasi dokter, perawat dan karyawan lainnya, semoga keputusan dari Bapak Bupati secepatnya, sehingga kami mendapatkan rasa aman dalam melaksanakan tugas,” ungkapnya.

Senada dengan dr. Didit, Yerina, mantan kepala keperawatan Covid-19, mengatakan beberapa persoalan yang dialami dirinya dan rekan kerjanya, membuatnya dalam bekerja tidak nyaman.

“Kami sejak awal Covid-19 bulan Februari 2019, kami tidak ada sekalipun perhatian dari manajemen, pada saat sakit terpapar covid. Selain itu, setiap kami bekerja, pimpinan kami selalu memberikan kata-kata yang tidak menyenangkan dan membuat hati kami terluka,” beber Yerina.

Bahkan, Yerina memyebut tidak adanya transparansi honor covid-19, dan saat ini belum cair.

Menguatkan pernyataan Yerina, dr. Aulia menyampaikan, kehadiran mereka salah satu diantaranya menuntut haknya sebagai pegawai dibayarkan.

“Hak-hak kami selama ini tidak di bayarkan, Kami hadir disini ingin memperjuangkan hak kami, kami selama ini sudah mengerjakan kewajiban kami, tetapi hak kami tidak di berikan,” tegas dr. Aulia.

Setelah beberapa perwakilan pegawai RSUD menyampaikan uneg uneg, kemudian dr. Hariyono membacakan tuntutan aksi dan kronologisnya, diantaranya kepimpinan otoriter dari direktur, proses pengadaan barang dan jasa, tidak melibatkan alat yang terbaik, pengelolahan keuangan tidak transparan, perlunya dilakukan audit internal jasa pelayanan Agustus 2020, perlu adanya restrukturisasi menajamen kudungga, terkhusus direktur RSUD Kudungga.
Dan apabila tuntutan mereka tidak ditindak lanjuti, mereka sepakat untuk mengudurkan diri secara bersama-sama.

Menanggapi hal tersebut, dalam kesempatan yang sama, Bupati Kutim, H. Ardiansyah Sulaiman, mengatakan akan segera merespon tuntutan peserta aksi.

“Kami bersepakat dengan Wakil Bupati, dan Wakil DPRD Kab.Kutim yang ada di sini akan merespon positif tuntutan yang bapak dan ibu sampaikan sesuai prosedur,” kata H. Ardiansyah Sulaiman.

Lanjutnya, dirinya meminta kepada peserta aksi untuk menyerahkan urusan ini pada pemerintah.

“Serahkan semua ini kepada Bupati dan jajaran, kita akan segera menindaklanjuti apa yang telah di sampaikan,” terangnya.

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *