Rekening Penggerak Demo Guru Kaltim diblokir

  • Whatsapp

Hariankutim.com — Kabar duka menyelimuti para Pejuang Pendidikan, Ribuan Guru Honorer belum mendapat gaji dan Guru PNS tidak mendapatkan tunjangan TPP, dan bantuan operasional sekolah daerah (BOSDA) sejak Januari 2017.

Kondisi ini berakibat tidak sedikit sekolah tempat belajar mengajar sedang kesulitan proses KBM karena BOSDA dan Honor guru swasta tak kunjung dicairkan oleh Pemerintah Provinsi sebagaimana janji yang diberikan oleh pemprov Kaltim bahwa akan di cairkan gaji guru, Bosda pada tanggal 19 Mei 2017 kemarin.Tapi nyatanya belum juga kunjung cair. Malahan, inisiator penggerak aksi rekeningnya yang ada di Bank milik daerah diblokir atas permintaan Kepala Dinas Pendidikan Kaltim, Dayang Budiarti dengan nomor 900/6795/DISDIKBUD.Ib/2017 per 22 Mei 2017.

Salah seorang pengurus aksi, Anugrah menuturkan bahwa Sesuai hasil aksi hari Selasa (23/5) adalah batas yang diberikan untuk pencairan tuntutan aksi 225 (tangal 22 Mei, red) pencairan 1 x 24 jam. Tepat Jam 12.00 siang Anugrah ke Bank BPD mencoba mengecek pencairan di lantai 2 bank BPD pusat di bagian Kas Daerah. Pada jam tersebut terupload rekening baru 3 kabupaten kota yakni Samarinda, Kutim, dan Mahulu. Saat masih menunggu sampai jam 13.45, info dari pihak bank BPD Kaltim selesai mengupload semua pencairan TPP 10 Kab/Kota sudah rampung.

Tiba-tiba teman ada yang menyampaikan bahwa dia tidak menerima pencairan atas nama 13 orang , “Saya kembali mencoba klarifikasi pihak bank, dan kaget saat pihak bank memberi informasi kalau nama tersebut mendapat perintah pemblokiran dari Kadis Disdikbud Kaltim tertanda Bu Dayang,” ujarnya.

Mengingat nama yang 13 orang itu sudah pulang ke daerah masing-masing, Anugrah bersama kelima guru yang lain masih ada yang belum pulang termasuk teman guru di samarinda. Dan sore jam 16.00 rombongan guru ini ke kantor dinas pendidikan untuk klarifikasi.

Hasil pertemuan dengan Dinas Pendidikan Provinsi dalam hal ini Kepala Disdikbud Kaltim yang diwakili Kabid. GTK, Bapak Idham menjelaskan kepada kami saat kami kesana sore hari tadi.

Pemblokiran tersebut didasarkan atas perintah atasan agar memblokir dan berlanjut besok kepala sekolah 13 orang guru yang diblokir juga akan dipanggil. Alasan pemanggilan tersebut dengan tujuan maksud pemblokiran adalah mengarah kepada pembinaan guru yang melakukan Aksi. Menurutnya, “Karena dianggap guru yang aksi adalah salah dan tidak mendidik,” jelas Anugrah. (Anra/Nala)

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *