Rembuk Stunting, Bentuk Keseriusan Desa Di Rantau Pulung Mencegah Stunting

  • Whatsapp

HARIANKUTIM.COM, Rantau Pulung – Dalam rangka pelaksanaan Aksi Konvergensi Penurunan dan pencegahan Stunting, berbagai Pemerintah Desa di wilayah Kecamatan Rantau Pulung, Kutai Timur menggelar Rembuk Stunting tahun 2020.

Hingga hari ini, empat diantara sembilan desa yang ada di Kecamatan Rantau Pulung telah menggelar kegiatan tersebut diwilayahnya masing-masing. Empat desa tersebut yakni, Desa Margo Mulyo, Desa Mukti Jaya, Desa Rantau Makmur, dan terbaru Desa Masalap Raya yang diselenggarakan pada Rabu.(30/09)

Pelaksanaan Rembug Stunting ditingkat desa menjadi penting sebagai langkah perencanaan pencegahan dini terhadap tumbuh kembang anak yang bermasalah. Tumbuh kembang tersebut bukan hanya dari segi fisik, namun juga perkembangan kognitif anak.

Sampai hari ini semua desa yang telah melaksanakan Rembuk Stunting, menyatakan siap mendukung usulan dari Rembuk Stunting. Dalam sambutan Pj. Kades Masalap Raya, Dwi Hartanta, menyatakan siap mendukung usulan program dari Rembuk Stunting tersebut dalam bentuk pendanaan yang dialokasikan melalui APBDes 2021.

“Demi memperhatikan generasi penerus, yakni anak-anak kita, kami siap mendukung program-program pencegahan stunting ini. Usulan dari Rembuk ini nantinya akan kita tuangkan dalam RKPDes, dan kita akan dukung pendanaannya dalam APBDes tahun depan”, ujar Dwi Hartanta, dalam sambutannya pada acara Rembuk Stunting.(30/09)

Pelaksanaan rembuk ini, didampingi langsung oleh Hadi Purnomo selaku Tenaga Ahli Pembangunan Sosial Dasar, TPP Kemendes. Ia menyatakan bahwa pencegahan stunting adalah wujud dari komitmen Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal terhadap pembangunan sumber daya manusia desa. Hal tersebut direalisasikan melalui program Dana Desa.

“Rembuk Stunting ini adalah bagian dari komitmen Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal untuk memperhatikan generasi penerus bangsa yang ada di Desa melalui Dana Desa. Selain itu, ini merupakan amanat yang kita adopsi dari Sustainable Development Goals (SDG’s) sebagai dilansir PBB”, ujar Hadi Purnomo, saat memberikan materi rembuk.(30/09)

Rembuk Stunting didesa digerakkan oleh Kader Pembangunan Manusia (KPM) yang telah dibentuk sebelumnya. Kegiatan ini juga melibatkan dokter pada Puskesmas Rantau Pulung untuk memberikan penyuluhan kesehatan pada Ibu hamil dan Ibu Balita. Rencananya Rembuk Stunting akan terus berlanjut diseluruh desa yang ada di Kecamatan Rantau Pulung dalam beberapa pekan mendatang.(Zk/003)

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *