Selebrasi Poster Edukasi, Diakhir Penutupan Relawan Covid-19

  • Whatsapp

HARIANKUTIM.COM, Muara Wahau – Rasa haru serta simpatik masyarakat yang lewat ketika acara penutupan posko relawan covid-19 Desa Wanasari Kecamatan Muara Wahau sangat terasa, sebab posko yang dibangun tepat 55 hari sejak didirikan pada 5 April 2020 yang lalu resmi ditutup.

Posko tersebut lahir dari masyarakat untuk masyarakat, yakni memberikan edukasi dan advokasi kepada masyarakat agar dimasa pandemic covid-19 saat ini masyarakat sadar dan patuh sesuai anjuran pemerintah dengan tetap mengunakan masker, cuci tangan dan psycal distancing (jaga jarak) seperti yang disampaikan Dr. Hartono selaku ketua dewan penasehat tim relawan covid-19 dan juga Dosen di STAIS Kutai Timur.

Edukasi yang disampaikan kepada masyarakat selama ini dinilai berhasil dengan melihat kepatuhan masyarakat atas tiga hal di atas (pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak), harapanya hal tersebut mampu dilakukan oleh masyarakat walaupun posko telah ditutup. Sedangkan untuk menjaga kesolidan Tim Relawan yang berjumlah 13 orang dan dibantu oleh pemuda-masyarakat sebanyak kurang lebih 90 orang selama 24 jam nonstop, ketua gugus tugas sdr.

Agus selalu mengingatkan “yang ikhlas ya sebab ini kerja social tujuanya untuk kemanusiaan”, ucapnya.

Kalimat itu selalu disampaikan sebagai penguat diantara kami. Berjalannya posko tersebut juga tak luput dari kerjasama serta bantuan masyarakat secara luas, pemerintah desa Wanasari dan stakeholder yang tak mampu disebutkan satu persatu, kepadanya kami sampaikan banyak terimakasih.

Dengan jalan kerjasama yang apik, Alhamdalah posko yang ada mampu bertahan sampai waktu yang begitu lama dibanding posko-posko yang lainya. Pasca penutupan posko Tim Relawan covid-19 tetap berkomitmen untuk mengabdi pada Negara dan Bangsa ini dalam bidang social-kemanusiaan (mungkin akan ditambah bidang ekologi) melalui Lembaga Sosial Kemasyarakatan (LSM) yang namanya masih dirahasiakan ujar Dr. Hartono yang juga Direktur Lingkar Masyarakat Madani (LMM).

Diakhir pengabdian Tim Relawan, mereka melakukan selebrasi poster dengan tulisan-tulisan edukatif yang ditujukan kepada masyarakat luas. Dengan harapan masyarakat dalam menghadapi pandemic ini tidak panic, namun tetep waspada dengan lingkungan sekitar orang-orang baru, serta taat pada protocol kesehatan.

Diantara tulisan edukatif itu yakni “Ayo tetep Jaga Kesehatan, Gunakan Masker, cuci tagan dan jaga jarak”, “Senyum Kalian Adalah Kekuatan Kami”, “Posko boleh berhenti tapi jiwa social kami sampai mati”, “Maskermu menjaga ku, maskerku menjagamu”, dan “Sayang, doa mu tersampaikan untuk kami pulang”.

Dilokasi yang sama ada para srikandi (anak istri) dari mereka semua, yakni turut hadir untuk memberikan support dan dukungan. Ibarat tentara, mereka telah berbuat, mengabdi dan berjuang untuk kepentingan masyarakat dan kembali dijemput oleh para Srikandi-srikandinya. (Hk)

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *