Sidang Isbat Kutim Putuskan Ramadhan Manunggu Hasil Isbat Pusat

  • Whatsapp

Sangatta, hariankutim.com — Sidang isbat untuk menentukan awal Ramadan 1438 H digelar sore ini di masjid Agung Bukit Pelangi, Jumat (26/5). Sidang isbat ini digunakan untuk menentukan awal bulan Ramadan.

Prosesi sidang dimulai pukul 17.00 WITA, sedangkan sidang isbatnya sendiri baru akan dimulai selepas maghrib dengan melihat hilal dengan menaiki menara masjid agung Kutai Timur.

Sidang isbat dihadiri Drs. H. Nanang Gazali Kasubag Tata Usaha Kementerian Agama Kutai Timur, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kutai Timur KH. Muhammad Adam, Pengadilan agama, pimpinan ponpes Abdul Malik, Ketua Masjid Agung Kutai Timur KH. Hasyim Asyari, Sarekat Islam Syahrudin Siddik. Nahdlatul Ulama Sismanto, dan Yakub Fadilah perwakilan Muhammadiyah.

Drs. H. Nanang Gazali Kasubag Tata Usaha Kementerian Agama Kutai Timur memaparkan bahwa posisi geografis Kutai Timur yang berada di wilayah timur, sehingga kemungkinan melihat hilal sangat kecil. Namun demikian dia mengungkapkan keinginannya untuk membentuk tim falak gabungan dari berbagai ormas yang ada di Kutai Timur, pihakmoemerintah, dan kemenag.

Menurutnya, Di pulau Miang merupakan wilayah yang tepat untuk dibuat sebagai tempat tim falakiyah yang bekerjasama dengan pemda dan lanal.

Sementara perwakilan Ormas Muhammadiyah, Yakub Fadilah memahami dan menghargai perbedaan metode yang digunakan. “Kami hadir adalah menghormati, meskipun kami sudah memiliki keputusan”.

Pengadilan agama Kutai timur yang diwakili Abdul Rokib mengungkap bahwa awalnya kewenanangan falakiyah di bawah pengadilan agama, pasca bergabungnya pengadilan agama dengan mahkamah agung pada awal tahun 2004 kemudian beralih kewenangan di bawah kemenag.

“Prinsipnya pihak pengadilan agama mensupport dan mendukung kegiatan sidang isbat kutai timur, minimal sebagai ajang silaturahim bagi semua lembaga, pemerintah, dan ormas yang ada di Kutai Timur”, ujarnya.

Mewakili pengurus cabang Nahdlatul Ulama Kutai Timur, Sismanto, M.Pd. mengungkapkan kegembiraannya atas inisiatif dari kementerian agama yang mengundang berbagai lembaga, ormas, tokoh masyarakat maupun pemerintah untuk mengadakan sidang isbat penentuan awal ramadhan.

PCNU Kutai Timur juga mendukung keinginan dari kemenag yang menginginkan pembentukan tim falakiyah, “Meskipun saat ini pengurus cabang NU Kutim belum memiliki lajnah falakiyah, namun apabila dibutuhkan PCNU akan membentuk lajnah falakiyah,” jelasnya.

Sidang isbat Kutai Timur memutuskan bahwa posisi geografis kutai timur yang tidak memungkinkan karena berada di timur, sehingga keputusan isbat Kutai Timur adalah menunggu keputusan sidang isbat yang diadakan kementerian agama, apakah besok puasa atau hari Minggu. (Sismanto/Nala)

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *