Tradisi Pahelung Dayak Kayan Desa Miau Baru

  • Whatsapp
Tradisi Pahelung Dayak Kayan Desa Miau Baru

Kongbeng, HariaKutim.Com – Pesta Pasca Panen Bersemangatkan Gotong-Royong, pagi hari yang biasanya digunakan untuk berangkat beraktifitas ke tempat  kerja; ladang, sekolah, kantor, Puskesmas, hutan  dan lain-lain. Pagi ini nampak berbeda di desa Miau Baru kecamatan Kongbeng (15/04/2017).

Tradisi Pahelung Dayak Kayan Desa Miau Baru

Penduduk desa Miau Baru sebagian besar adalah suku Dayak Kayan yang berprofesi petani  nampak sibuk menyiapkan makanan di dapur umum yang dimiliki oleh masing-masing RT, tercatat 9 RT di bawah pemerintahan desa Miau Baru. Tua, muda, laki-laki dan perempuan bahu-membahu bergotong royong dengan penuh kegembiraan menyiapakan sajian makanan.

Bacaan Lainnya

Berbagai macam olahan sayur, daging babi, ikan tawar dan kue adalah menu yang bisa dijumpai pada pelaksanaan pesta Pahelung tahun ini, “Pahelung” sendiri secara harfiah menurut bahasa Dayak Kayan berarti “makan bersama”, namun yang dimaksud adalah makan bersama sebagai bentuk rasa syukur kepada tuhan yang maha esa atas hasil panen yang melimpah. Pesta ini Biasanya diadakan di bulan April setiap tahun sekali.

Sajian yang menarik dari “Pahelung” adalah kue “luku”, kue yang cara memasakknya sama seperti “lemang” ini bahan yang dimasak terlebih dahulu dimasukkan ke dalam bambu kemudian dibakar, namun yang membedakan adalah bahan atau komposisinya. Jika lemang berbahan beras, luku berbahan tepung dengan diberi sedikit gula merah atau terkadang bahkan tanpa gula merah hanya dengan diberi gula pasir.

Makan bersama dilaksanakan sekitar pukul 14:00 di masing-masing balai RT dengan diawali do’a bersama yang dipimpin oleh orang yang dituakan yang berisi ungkapan syukur kepada tuhan yang maha esa atas hasil panen yang melimpah serta harapan akan diberi kesehatan, kedamaian dan hasil panen untuk satu tahun ke depan.

“Harapan saya Pahelung bisa dikemas lebih meriah dan lebih besar, sehingga banyak masyarakat di luar orang Miau Baru bisa tahu dan kenal tradisi-tradisi suku Dayak Kayan terutama yang berada di desa Miau Baru, tradisi semacam ini harus terus dijaga meskipun berbagai macam budaya luar masuk ke negara kita” ujar Elfina salah satu penduduk desa Miau Baru.

 

Reporter Ubaidillah / Editor Nala

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *