Wajah Kota Sangatta, Syurganya Para Pekerja

  • Whatsapp
wajah kota sangatta

HK Wiki, OPINI – Wajah kota Sangatta mulai banyak dikenal, bahkan oleh para artis ibu kota yang tampil menghibur masyarakat kota Sangatta. Hiburan musik sangat diperlukan oleh masyarakat untuk menghilangkan kejenuhan dan lelah setelah bekerja banting tulang mencari nafkah. Apalagi kota Sangatta, kota yang kebanyakan masyarakatnya bekerja sebagai karyawan perusahaan swasta. Selain itu tempat-tempat wisata seperti pantai kenyamukan dan teluk lombok, juga menjadi destinasi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan akan hiburan dan berliburnya.

Biaya hidup di kota Sangatta lebih tinggi dari daerah lain, harga bahan pokok makanan dan lain-lain lebih mahal dibandingkan dengan di daerah lain. Hal ini terjadi karena sebagian besar masyarakatnya adalah berstatus karyawan sehingga pola hidup mereka lebih cenderung pada hal-hal yang instan, misalnya mereka doyan sekali beli makanan jadi, nasi kuning, nasi padang , nasi pecel dan nasi campur, bakso, sate ayam/sate kambing, tahu tek.

Bacaan Lainnya

Masyarakat pekerja yang sibuk tidak mau atau bisa jadi karena tidak ada waktu lagi untuk mandiri memenuhi kebutuhan makannya semisal dengan memasaknya sediri di rumah karena sudah terburu harus masuk kerja. Apalgi diperusahaan-perusahaan pertambangan yang memiliki tiga shift, jam 6:00 pagi, jam 14:00 siang dan jam 22:00 malam, namun diantaranya ada juga yang masuk kerja hanya dengan dua shift pagi dan malam saja. Itu semua bisa membuat anomali kehidupan rumah tangga, sehingga membeli makanan siap saji atau produk jadi adalah solusi yang tepat dengan pola kehidupannya.

wajah kota sangatta

Kehidupan masyarakat yang konsumtif merupakan sinyal positif terhadap iklim bisnis. Sepanjang jalan berjejer tempat jualan, berbagai macam makanan, minuman, pakaian, sembako, apotik dan berbagai macam koperasi simpan pinjam. serta pengadaan keredit speda motor dari dealer, Honda, Yamaha, Suzuki & Kawasaki, dan Show room penjualan mobil bekas maupun baru, Sepanjang jalan ada yang berjualan non stop dari pagi sampai kembali pagi lagi membuka warung makanan dan minuman serta berjualan bensin, dan juga sepanjang jalan terdapat beberapa warung lamongan jualan nasi goreng, nasi pecel lele jumbo, ayam/ikan bakar, dan lain-lain. Para pendatang yang membuka usaha pangkas rambut untuk dewasa dan anak-anak sangat maju dan laris setiap hari ada saja para pekerja dan anak sekolah yang memangkas rambutnya dan juga salon bagi para wanita yang tidak kalah hebatnya ada mandi lulur, mandi madu, disertai pijat refleksi dan lain-lain.

Bisnis pengadaan kredit kavling tanah dan bisnis pengadaan sewa rumah barakan sangat menguntungkan, sebab karena banyaknya pendatang yang ingin mengadu nasib di kota Sangatta maka rata-rata rumah sewa/rumah barakkan selalu ada yang sewa, bahkan yang baru dibangun saja dan belum selesai bangunannya sudah ada yang pesan mau menyewa, maklum begitulah warga Sangatta adalah pendatang para pencari kerja dari daerah lain, karena mungkin mereka mendengar kabar bahwa wajah kota Sangatta adalah syurganya para pekerja.

Kebutuhan hiburan atau entertainment masyarakat sangatta radio dan televisi lokal yang sudah tidak ada programnya lagi. Adapun ada Radio GWP (Gema WanaPrima ) dan Radio pemerintah daerah (RPD), dikarenakan Radio GWP berbagai program acaranya lebih banyak menghibur para pekerja karyawan PT KPC (Kaltim Prima Coal) bersama pekerja kontraktor project KPC dengan lagu-lagu kesukaan mereka seperti lagu dangdut, lagu Pop, lagu rock, dan lagu-lagu dari manca negara. Radio GWP sekaligus sebagai sarana untuk informasi atau himbauan para pekerja agar utamakan keselamtan kerja dan jangan abaikan bahaya.

Adapun TV Kutim seharusnya mampu memanjakan dengan program acara yang sangat dinantikan oleh masyarakat Sangatta, dengan menghadirkan program acara seni dan budaya Kutai Timur. Masyarakat Kutai Timur tentu saja berharap bahwa TV Kutim mampu menampilkan wajah kota sangatta yang menghibur yang diiso oleh putra-putri berbakat Kutai Timur, tetapi hal ini belum terwujud karena TV Kutim tidak lagi mengudara.

Apabila TV Kutim sudah bisa mengudara maka akan banyak usaha bisnis iklan akan bermunculan di kota sangatta, dan juga agar ada sanggar tari, kursus musik/olah vokal bahkan studio-studio rekamanTV Kutim bisa menampilkan lagu-lagu baru karya para musisi kutai timur.

Sebenarnya banyak para pemuda dan pemudi sangatta yang berpotensi dan berbobot dalam bidang seni, para generasi muda yang pandai membuat lagu, pandai menari dan pandai memainkan musik, oleh sebab itu di setiap ada acara para muda-mudi mereka bisa tampil dengan hebatnya walaupun acaranya hanya sebatas pada acara hiburan resepsi pernikahan, mereka menyumbangkan lagu kesayangan mereka dan menyanyikan lagu ciptaannya.

BACA JUGA: Wisuda STAI Sangatta, Sekda; Pemerintah Turut Bertanggungjawab Pengembangan STAI Sangatta

Pagelaran seni nasional intensitasnya harus terus ditingkatkan untuk memotivasi pemuda daerah untuk mengeksplorasi minat dan bakatnya. Seperti wayang kulit satu malam suntuk sudah sering didatangkan, penampilan madihin kesenian dari Banjarmasin John Tralala, musik campur sari dari Balikpapan, Bontang, dan lain-lain. Begitu juga dengan kedatangan artis-artis papan atas seperti Artis KDI, Dedi Dores, dedi Dukun, Lilis Karlina, Group band Radja, Group band Ungu, Ada band, Armada,Rhoma Irama, Saiful jamiel, Dedi Kempot dan lain-lain.

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *