YPPSB Buka KKG Tahun Pembelajaran 2017/2018

  • Whatsapp

Menghadapi tahun pembelajaran 2017-2018 Yayasan Pendidikan Prima Swarga Bara (YPPSB) menggelar Kelompok Kerja Guru (KKG) SD YPPSB 1, SD YPPSB 2, dan SD YPPSB 3 yang bertempat di Pos 3 TK YPPSB, Rabu (19/7/2017).

Kegiatan yang diikuti seluruh guru YPPSB yang berada this unit SD YPPSB 1 SD YPPSB 2 dan SD YPPSB 3 ini menghadirkan Saiful Rafiq, SE, M.Si admin dapodik dikdas Kutai Timur.

Manajer Pendidikan YPPSB, Drs H. Wariadi, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk
Koordinasi awal pembelajaran tahun 2017/2017.

“Selama satu minggu ini, berdasarkan usulan para kepala sekolah, kita fokus pada menghadapi siswa baru, mengundang orang tua, dan KKG,” kata Wariadi.

Lanjut Wariadi, selama satu minggu ini sekolah pulang lebih awal, kelas 1 dan 2 pulang pukul 11.15 dan kelas 3 sampai dengan 6 pulang pukul 11.30, sehingga bisa fokus ke persiapan.

Didaulat menjadi pembicara pada pembukaan KKG, Saiful Rafiq, SE, M.Si admin dapodik dikdas Kutai Timur menyampaikan bahwa PPDB menurut permendikbud Nomor 17 tahun 2017, jumlah peserta didik dalam suatu rombongan belajar (rombel) 20 sampai dengan 28.

Disamping itu juga Saiful Rafiq juga menyampaikan Permendikbud 23 Tahun 2017 tentang hari sekolah. Menurutnya, di Kutai Timur sesuai dengan data dapodik ada 189 sekolah yang melaksanakan pembelajaran pagi.

“Untuk itu, diusulkan ke UPT dan UPT yang menanyakan kesiapan sekolah, bila siap akan di SK kan,” jelasnya.

Saiful Rafiq menambahkan bahwa guru-guru yang dimutasi dari kelas besar ke kelas kecil akan mengikuti tes dan uang UKG lagi sehingga menurutnya lebih aman guru-guru dikembalikan ke kelas semula.

“Bila UKGnya di kelas kecil lebih aman mengajar di kelas kecil, begitu juga bapak ibu guru yang mengikuto UKG dan sertifikasi di kelas besar mengajar di kelas besar,” kata Saiful.

Pada kesempatan itu, Saiful Rafiq membuka KKG sebagai tanda bahwa KKG YPPSB pada tahun pelajaran 2017-2018 dimulai. Setelahnya, guru-guru berkumpul dan berkelompok sesuai kelas masing-masing untuk membahas permasalah-permasalahan metode, strategi, serta materi pembelajaran. (Sismanto/Nala)

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *