BeritaPendidikanTeropong Desa

UPT Puskesmas Tepian Baru Berikan Penyuluhan Kesehatan Siswa SD

205
×

UPT Puskesmas Tepian Baru Berikan Penyuluhan Kesehatan Siswa SD

Sebarkan artikel ini

Bengalon, hariankutim.com – Puluhan peserta didik dari kelas tiga hingga enam SD Anugerah Abadi I Bengalon tampak serius memperhatikan pemaparan tentang bahanya Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza) oleh petugas kesehatan UPT Puskesman Tepian Baru Bengalon, Sabtu (25/03/2017). Selain tentang Napza, mereka juga diberi materi tentang bahaya rokok, kesehatan reproduksi remaja, IMS & HIV AIDS serta kegiatan pemeriksaan kadar iodiom dalam garam yang dipakai sehari – hari. Sebelumnya, mereka dihimbau untuk membawa garam dari rumah masing – masing.

Arif Mahendra, petugas kesehatan yang menyampaikan materi tentang Napza, menjelaskan pada peserta didik bahwa awal mula para pecandu umumnya karena coba – coba, iseng, mengikuti trend, agar diterima pada suatu komunitas atau grup dan faktor lainnya. Sehingga, dengan alasan apapun diharapkan peserta didik tidak mencoba – coba hal tersebut, mengingat dampaknya yang begitu berbahaya.

Selain menjelaskan berbagai jenis Narkoba, bahaya dan akibat menggunakannya, Ia juga mencontohkan pengguna Napza yang tidak memiliki uang untuk membeli barang haram tersebut, biasanya menggunakan lem atau biasa disebut ngelem. Padahal, kegiatan yang dianggap sepele tersebut juga sangat berbahaya, banyak yang meregang nyawa dalam kasus ini.

Sementara untuk mengetahui ciri – ciri pengguna Napza, Ia menyebutkan beberapa contoh, seperti; menurunnya nilai akadamik, perubahan perilaku, selalu menyendiri dan suka berbohong.

Sedangkan dalam sesi pemeriksaan garam yang dibawa peserta didik, terdapat beberapa garam yang kandungan iyodiomnya sedikit. Hasil tersebut dapat dilihat perubahan warna garam setelah diberi beberapa tetes obat oleh petugas kesehatan.

Karena begitu pentingnya kandungan iyodiom dalam garam, seperti terhindar penyakit gondok dan meningkatkan kecerdasan, maka petugas kesehatan memberikan contoh cara menyimpan garam yang benar. Yakni, dengan cara menutup rapat dan menggunakan sendok yang kering untuk mengambilnya. Sebab, jika garam yang belum dipakai terkena air maka kandungan iyodiomnya berkurang.

Kegiatan penyuluhan kesehatan tersebut sangat bermanfaat untuk peserta didik, Bintang, salah satu peserta dari kelas lima mengungkapkan kesannya. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan wawasan baru, sebelumnya Ia hanya memiliki sedikit informasi terkait Napza, tidak serinci yang dijelaskan petugas kesehatan.

“Menurut saya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat. Sebelumnya saya hanya mengetahui sedikit tentang Napza, sekarang saya juga tahu bahwa dampak penggunan barang – barang tersebut sangat berbahanya,” ungkapnya (Dedik Santosa/nala)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *