Mengajarkan Anak Berlomba

Sismanto HS*)

Dua ratus tujuh puluhan murid TK SD YPPSB hari ini berkumpul di Pos 3 sekolah, tempat yang lumayan luas yang biasa digunakan sekolah mengadakan acara. Berkumpulnya anak-anak TK ini untuk mengikuti acara kebersamaan, sebuah acara yang diadakan setiap tahun sekali oleh sekolah dengan melibatkan siswa, orang tua, komite, dan pihak sekolah.

Pada kesempatan kebersamaan, diadakan banyak kegiatan, diantaranya assembly dan juga lomba-lomba. Lomba tidak hanya untuk anak, tetapi juga diadakan lomba kolaborasi antara anak dan orang tuanya. Beberapa lomba yang diadakan dalam even kebersamaan tersebut, diantaranya; menghias cup cake, merias wajah ibu, membuat menu makan gizi seimbang, dan lomba fashion show dari bahan daur ulang.

Pada lomba merias wajah ibu, anak-anak tampil sangat mengharukan, menakjubkan, lucu, dan penuh gelak tawa. Anak-anak yang selama ini biasanya didandani oleh ibunya, sekarang mereka sudah harus mampu mendandani Ibunya. Tak pelak acara ini mengajarkan anak berani dan berusaha mendandani dirinya sendiri, sebagai bagian dari proses pembelajaran yang harus dilalui oleh seorang anak.

Lomba fashion show dengan baju daur ulang dari anak-anak dan orang tua TK YPPSB dilakukan dengan penuh kreativitas, lucu, seru, menggemaskan, dan mendebarkan. Bahkan beberapa penuturan wali murid yang anaknya ikut lomba ini, tidak tidur tiga malam untuk menyiapkan pakaian yang terbuat dari bahan daur ulang. Salah satu peserta yang mengikuti lomba fashion show dari bahan daur ulang tersebut adalah Nahla, putri pertama saya.

Terpilihnya Nahla untuk mengikuti lomba fashion show dari bahan daur ulang merupakan kepercayaan yang besar dari wali kelasnya, sebuah kepercayaan yang dijadikan sebagai sebuah amanah untuk maju dalam pertandingan.
Keinginannya yang besar untuk mengikuti kegiatan lomba fashion show tersebut, harus saya apresiasi mengingat keinginan anak kadang-kadang tidak mengenal batas dan kemampuan yang ia miliki. Baginya, yang terpenting senang tidak melihat kemampuan, fasilitas, persiapan, dan atau resource yang dimilikinya.

Bagi saya orang tuanya, yang terpenting adalah bagaimana mengarahkan anak saya mampu melakukan apa yang diinginkan dan sejalan dengan apa yang saya inginkan. Menang atau tidak dalam perlombaan itu bagi saya bukannya hal yang utama, hal yang terpenting adalah putri saya belajar berkompetisi sebagai bekal kelak ia dewasa.

Pada kegiatan tersebut, Nahla ditunjuk oleh gurunya untuk mewakili kelas berlomba dan bersaing dengan kelas-kelas yang lain. Satu kelas diwakli oleh tiga anak dalam satu kelompok, Nahla bersama dengan dua orang temannya yang mewakili kelas pun menyampaikan kabar gembira ke orang tuanya, bahwa ia terpilih mewakili kelasnya untuk mengikuti lomba.

Proses persiapan yang dilakukan untuk mempersiapkan baju yang ia gunakan dalam lomba fashion show tersebut lumayan menguras tenaga. Mungkin saya kurang begitu care dalam menyiapkan baju yang akan ia gunakan, namun bagi ibunya ketika seorang anak itu ingin maju, berkembang, berkompetisi yang positif, maka ibunya lah orang yang pertama kali berada di depan untuk mempersiapkan segala keperluan yang akan digunakan, dan bahkan kalau saya amati ibunya, yang juga istri saya itu sampai tidak tidur selama tiga malam agar baju yang akan digunakan untuk lomba dipastikan sudah siap pakai.

Pada proses ini, saya ingin mengajari putri saya untuk berani berkompetisi, menang dan kalah itu bukan tujuan utama. Tujuan utamanya adalah bagaimana seorang anak itu belajar dan berani berkompetisi dan syukur-syukur dari proses itu bisa beradaptasi dengan segala perubahan.

Saya jadi ingat dengan Charles Darwin yang terkenal dengan teori evolusinya. “Bukan yang paling kuat yang bisa bertahan hidup, bukan juga yang paling pintar. Yang paling bisa bertahan hidup adalah yang paling bisa beradaptasi dengan perubahan.” Bagi saya, Nahla tidak harus menang dalam kompetisi itu, melainkan ia bisa belajar memahami arti dari sebuah adaptasi.

Sangatta, 1 Maret 2017
Penulis adalah Wakil sekretaris PCNU Kutai Timur

Bagikan:

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Komentar

Komentar

Loading…

0

Comments

0 comments

Netizen Sangatta Kirim Surat Terbuka untuk Raja

Gus Mus Terima Rombongan Ansor Kutim