Mengenal Jam’iyyah Shalawat “Sontoloyo ‘Aunanalillah” Muara Wahau

Mengenal Jam’iyyah Shalawat “Sontoloyo ‘Aunanalillah” Muara Wahau

Mendengar kata “sontoloyo” sebagian besar otak kita akan mengasosiasikannya dengan sesuatu yang negatif; ungkapan kejengkelan, umpatan dan lain-lain. namun berbeda dengan jam’iyyah shalawat yang beralamatkan di desa Wanasari Muara Wahau yang memilih “sontoloyo” sebagai nama jam’iyyahnya, lengkapnya adalah Sontoloyo ‘Aunanalillah.

Mendengar namanya yang nyentrik dan beda dari kebanyakan jam’iyyah shalawat yang ada membuat jam’iyyah ini mudah berkesan pada orang yang pernah menyaksikan penampilan atau mendengarkan lantunan shalawat dari jam’iyyah ini. Bukan hanya dari masyarakat Muara Wahau dan sekitarnya saja namun juga banyak dari pejabat kabupaten Kutai Timur yang mengenalnya.

Jam’iyyah ini berdiri sekitar awal tahun 2012 yang dimotori oleh Syafi’i dan beberapa pemuda pecinta shalawat dari desa Wanasari. “Sontoloyo Aunanalilla adalah nama pemberian dari Ustadz Nur Huda dari Jawa yang memiliki arti anak muda yang lemah yang selalu memohon pertolongan kepada Alloh SWT yang bertujuan untuk melestarikan dan menumbuhkan kecintaan masyarakat kepada nabi Muhammad SAW dengan bershalawat” ujar Syafi’i ditemui disela-sela latihan rutin di rumah Alm. Haji Kusnan Jl. Mujahir desa Wanasari.

Jam’iyyah shalawat yang menjadi juara 1 tahun 2015 dan juara 2 tahun 2016 pada Festival Shalawat se kecamatan Muara Wahau ini mendapatkan undangan untuk tampil rata-rata 5 hingga 7 kali dalam satu bulan, bahkan hingga sampai 10 kali di bulan-bulan besar Islam seperti Rabi’ul Awwal, Rajab, dan Muharram.

“Kami menerima undangan dari segala lapisan masyarakat dan segala bentuk acara baik yang kecil seperti acara pemberian nama untuk bayi (tasmiyyah), khitanan, pernikahan hingga tabligh akbar, bukan hanya dari masyarakat Muara wahau, Kongbeng dan Telen saja, bahkan beberapa kali juga diundang ke Bengalon” ujar Syafi’i.

Reporter Ubaidillah Editor Nala

Bagikan:

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Komentar

Komentar

Loading…

0

Comments

0 comments

Terminal 2 Soetta Paling Siap Terapkan Low Cost Carrier Terminal

Mulai Bulan Agustus, LDNU Kutim Akan Memulai Kajian Rutin