MUI : Vonis Ahok Paling Ringan Kasus Penistaan Lainnya

  • Whatsapp

JAKARTA — Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Saadi menilai vonis yang diterima terdakwa penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) termasuk paling ringan. Vonis dua tahun penjara, kata dia, paling ringan ketimbang sejumlah vonis sebelumnya dengan kasus yang sama.

“Kalau membandingkan dengan beberapa kasus penodaan agama yang sudah pernah diputus memang ini yang paling ringan,” katanya pada Republika.co.id, Selasa (9/5).

Zainut mengatakan, jika dilihat dari dampak yang ditimbulkan Ahok jauh lebih besar ketimbang kasus-kasus yang lain. “Kalau ditinjau dari dampak sosialnya kasus BTP ini sangat besar sekali,” jelasnya.

Namun, kata dia, MUI secara tegas menghormati keputusan yang telah ditetapkan oleh Majelis Hakim. “Sekali lagi MUI menghormati proses hukum yang sudah berjalan,” katanya.

Sementara ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia, Cholil Nafis mengatakan, putusan sidang kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengobati perasaan luka masyarakat, khususnya umat Islam. Putusan sidang penistaan agama menetapkan vonis hukuman dua tahun penjara terhadap terdakwa Ahok.

“Saya pikir dapat mengobati perasaan masyarakat dan sedikit memenuhi rasa keadilan,” katanya saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (9/5).

Cholil mengatakan, putusan tersebut menjadi bagian yang ditunggu-tunggu masyarakat setelah perjalanan panjang persidangan penistaan agama berlangsung. “Meskipun banyak masyarakat yang berharap vonisnya lebih berat,” jelasnya.

Cholil menambahkan, kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok menjadi pelajaran bersama agar tidak mudah mengucapkan ucapan yang bisa menyulut konflik. “Hal ini untuk menjadi pelajaran kita bersama agar menjaga lidah dan menghargai perasaan orang yang memeluk agama lain,” katanya.

#ahok dipenjara #ahok divonis 2 tahun #sidang penistaan alquran #menjelang vonis ahok #sidang putusan ahok #ahok hina alquran #al maidah 51 #hukum menanti ahok #sidang kelima ahok

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *