Waspadai Epidemi HIV AIDS, KPAD Kutim Ajak Hilangkan Stigma dan Diskriminasi Odha

  • Whatsapp
Sosialisasi HIV AIDS bersama KPAD dan NU Kutim difasilitasi PT KPC

Sangatta, hariankutim.com – Penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Kutai Timur, hampir menyeluruh di setiap kecamatan. Namun ada dua kecamatan tercatat tingkat epideminya (kasus penderita HIV/AIDS) tinggi. Dua kecamatan itu diantaranya kecamatan Sangatta Utara dan Muara Wahau.

“Data penderita HIV/Aids di dua kecamatan itu pada tahun 2014 dan 2016,” ujar Kepala Sekretariat KPA Kutai Timur, Harmaji Partodarsono, Rabu (15/3/2017).

Bacaan Lainnya

Sosialisasi HIV AIDS bersama KPAD dan NU Kutim difasilitasi PT KPC

Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Kutai Timur tahun 2014, kecamatan Sangatta Utara menempati posisi tertinggi dengan jumlah 58, dikuti Sangatta Selatan 24, dan kecamatan Bengalon 16 Odha.

Lanjut Harmaji, data tersebut meningkat pada tahun 2016 dengan jumlah tertinggi di Kecamatan Sangatta Utara 98 Odha, diikuti Kecamatan Muara Wahau 43 orang, Kecamatan Sangatta Selatan 29, dan Bengalon 22 orang. Lonjakan data tertinggi, kata Harmaji, yang terjadi selama 2 tahun ini, Kecamatan Sangatta Utara sejumlah 40 orang dan Kecamatan Muara Wahau 37 orang.

“Muara Wahau tahun 2014 ada 6 orang, tahun 2016 ada 43 orang” Ujarnya.

Menurut Harmaji, selama tahun 2014 lalu jumlah penderita HIV/AIDS di Kutai Timur mencapai 182 orang. Ia menambahkan, bahwa Kutai Timur merupakan daerah transit dengan banyak pekerja yang bekerja di pertambangan maupun perkebunan yang belum membawa keluarganya, sehingga kebanyakan yang lelaki njajan (berhubungan badan) dengan wanita lain yang tidak diketahui sedang menderita HIV/AIDS. “Untuk tahun 2016 ini datanya mencapai 293 orang,” jelasnya.

Sementara itu, sosialisasi bahaya HIV AIDS dalam perspektif agama Islam di Kecamatan Bengalon kepala desa, pihak kecamatan, anggota DPRD, tokoh agama, dan kader kesehatan masing-masing desa antusias mengikuti sosialisasi pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS dari KPAD yang difasilitasi manajemen PT Kaltim Prima Coal (PT KPC) site Bengalon di Masjid As Salam, Bengalon Sabtu, (11/3) lalu.

“Mereka (para peserta) kami minta untuk tidak melakukan hubungan badan sembarangan. Juga kami minta menjadi pelopor pencegahan HIV/AIDS di masing-masing desa,” katanya.

Pada kesempatan sosialisasi itu, Harmaji, mengajak pemuka agama, tokoh masyarakat berperan penting dalam upaya pencegahan HIV AIDS dan mengurangi dampak stigma dan diskriminasi terhadap ODHA, pungkasnya.

 

 

Reporter Sismanto HS / Editor Syamun

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *