Lagi-Lagi Guru Jadi Korban Akibat Mendidik

  • Whatsapp

Parepare. Jumat 28 Juli 2017, Sungguh malang nasib guru bidang study agama ini. Miris hati melihat kenyataan seperti ini bahwa orang tua zaman sekarang sudah tidak bisa berkompromi akan hal yang mendidik anaknya. Tidak berfikir panjang manfaat panjang buat anaknya. Apalagi di suruh shalat. Ditegur untuk menunaikan ibadah oleh guru agamanya.

Pertanyaan kita semua hal ini menjadi contoh buruk apabila pembenaran orang tualah yang dibenarkan. Sama halnya membela kejahatan daripada menyalahkan yang salah. Sudah jadi terbalik. Apalagi ini hal berkaitan dunia Pendidikan. Pemerhati pendidikan lah yang bisa membantu keadilan untuk bu Darma jika memang penegak hukum atau Pemerintah setempat dalam hal ini pemangku kebijakan di kota Parepare menganggap ini hal biasa.

Kenyataan pahit dunia pendidikan dengan vonis PN Parepare yang harus diterima ibu guru Darma 3 bulan penjara itu.

Perlu diingat guru fungsi utamanya mengajar dan mendidik. Termasuk mendisiplinkan siswanya untuk menunaikan Sholat oleh guru agama itulah tugas mendidik yang paling nyata. Dan harus tegas tentunya.

Beruntung di Kota Parepare dengan kejadian ini guru tergugah hati sesama profesi membela dengan aksi solidaritas pada Jumat (28/7/17), ratusan tenaga pengajar yang ada di Kota Parepare, menggelar unjukrasa di depan Kantor Pengadilan Negeri (PN) Parepare, terkait dengan putusan yang dinilai tidak masuk akal dan berperikemanusiaan.

Guru yang berorasi saling bergantian menyatakan aspirasi pembelaan dan kompak dengan spanduk “Save Ibu Darma”. Guru bersedih. Guru berduka.

Ditambah Pemerhati guru dari Perguruan Tinggi swasta seperti Fakultas Hukum Umpar, Pemuda Muhammadiyah, IGI, PGHI, Koordinat Perjuangan Rakyat, HMI PGSD Parepare, PMI, IMM, Ikatan Alumni Prodi Pendidikan Bhs Inggris Umpar, HMJ BHS Inggris FKIP Umpar (EESA), Himaptika Matematika Umpar, Parependen, dan Nasyiatul Aisyah bersatu memberi perlawanan akan keputusan tersebut.

Salah satu perwakilan dari FH Umpar Wakil Dekan Asram AT Djadda angkat bicara bahwa guru dilindungi undang-undang dalam menjalankan profesinya. Utamanya berkaitan dengan PP No 47 tahun 2008 dan Permendikbud no.10 2017 tentang perlindungan terhadap guru. “Apakah guru bisa dipidana karena mendisiplinkan siswa?,” ungkapnya dengan tegas.

Proses hukum ini diawali ketika ibu Darma seorang guru agama dengan tegas menegur siswanya AY, untuk menunaikan ibadah shalat dhuhur saat itu, etapi kelihatannya siswa ini tidak terima teguran gurunya. Maka melapor kepada oramg tuanya.

Disini pembelajaran buat sekolah bu Darma apakah sistem pembinaan di sekolah berjalan dengan baik. Sehingga hal sepele awalnya bisa menjadi persoalan diluar. Dan bahkan jadi laporan sampai ke jalur hukum saat itu. Dimana komite sekolah sebagai jembatan komunikasi sekolah dengan orang tua…(Anra /Nala)

 

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *