Said Aqil, NU Waspadai Wahabisme

Jakarta, hariankutim.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, MA melalui rilis yang diterima hariankutim.com, Senin (6/3). Ia menegaskan kewaspadaan NU pada ajaran paham Wahabi.

Ia merasa yang paling berdampak akibat ajaran Wahabi adalah kelompok masyarakat yang agamanya belum mampu memahami dan mengikuti dinamika perubahan di kalangan pemerintahan.

Said Aqil saat menerima Alwi Shihab di Gedung PBNU menyatakan bahwa “sudah saya tegaskan berkali-kali, yang NU waspadai itu Wahabisme bukan Kerajaan Saudi Arabia” katanya.

NU, lanjut Said, mencermati dua poin dari sebelas poin nota kesepahaman antara pemerintah RI dan Arab Saudi. Poin tersebut adalah poin ketiga nota kesepahaman kerja sama kebudayaan antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dan Kementerian Kebudayaan dan Informasi Kerajaan Arab Saudi ditandatangani Mendikbud Muhadjir Effendy dan pihak Saudi.

Selain itu poin berikutnya, NU turut mencermati Nota Kesepahaman poin kedelapan Pemerintah Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi. Nota kesepahaman antara Kementerian Agama RI dan Kementerian Urusan Islam Dakwah dan Bimbingan Kerajaan Arab Saudi di bidang urusan Islam.

“Jangan sampai, niat baik kedua pemerintahan diboncengi wahabis dari kedua negara,” ujar Said.

Dosen Universitas  Islam Malang dan juga guru besar bidang tasawuf Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya ini mengaku salut atas statemen Raja Salman, yang mengakui semangat toleransi masyarakat Muslim Indonesia. Menurut Said, toleransi yang dimaksud adalah masyarakat yang suka membangun dialog antar umat beragama.

Bagikan:

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Komentar

Komentar

Loading…

0

Comments

0 comments

Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi Teken 11 MOU

Bupati, Kenaikan Tarif PDAM Jangan Beratkan Masyarakat