Sosialisasi di Bengalon, NU Kutim Memandang Jihad terhadap HIV-AIDS

Sosialisasi HIV AIDS bersama KPAD dan NU Kutim difasilitasi PT KPC
Sosialisasi HIV AIDS bersama KPAD dan NU Kutim difasilitasi PT KPC

Bengalon, hariankutim.com – Manajemen PT Kaltim Prima Coal (PT KPC) site Bengalon bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Kabupaten Kutai Timur adakan sosialisasi bahaya HIV AIDS dalam perspektif agama Islam di Masjid As Salam, Bengalon Sabtu, (11/3).

Kegiatan yang sempat tertunda beberapa hari itu, dihadiri manajemen PT KPC, Deni Pratama, Sekretaris Kecamatan Bengalon, para kepala desa se Kecamatan Bengalon, tokoh agama, dan masyarakat yang ingin mengetahui apa dan dampak yang ditimbulkan HIV AIDS.

Pada kesempatan tersebut, manajemen PT KPC mendaulat sebagai pemateri dari pihak Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Kutai Timur, Harmaji Partodarsono dan pemateri yang mewakili Nahdlatul Ulama Kutim, Sismanto HS yang saat ini menjabat sebagai wakil sekertaris pengurus cabang Nahdlatul Ulama Kutim.

Harmaji menyampaikan bahwa HIV AIDS di Kutai Timur sudah mulai dalam posisi yang sangat membahayakan meskipun belum endemik, namun melihat data dari tahun ke tahun yang selalu meningkat sehingga ia mengajak masyarakat dan tokoh agama khususnya untuk bekerjasama bahu membahu dalam mensosialisasikan bahaya HIV AIDS.

Ia menambahkan bahwa Indonesia dan Kutim khususnya dalam epidemi HIV – AIDS yang mengkhawatirkan, sehingga individu, masyarakat, dan negara mempunyai tanggung jawab untuk mengendalikannya.

“untuk Kecamatan Bengalon tahun 2014 ada 16 orang, tahun 2016 ada 22 orang” Ujar sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kutim.

Mewakili dari pihak ormas keagamaan Nahdlatul Ulama Kutai Timur, Sismanto HS, mengungkapkan bahwa AIDS merupakan penyakit menular berbahaya yang disebabkan virus HIV, tapi dapat dicegah dan dikurangi dampaknya.

Lanjut Sismanto, perlu langkah serius untuk mendapatkan kasus dini dengan memperluas akses terhadap test dan ARV serta pendampingan ODHA. Pemuka Agama, tokoh masyarakat berperan penting dalam upaya pencegahan HIV-AIDS dalam mengurangi dampak stigma serta diskriminasi terhadap ODHA.

“Untuk ini, NU memandang Jihad terhadap HIV-AIDS” ujar Wakil sekretaris NU Kutim. (SHS)

Bagikan:

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Komentar

Komentar

Loading…

0

Comments

0 comments

Kepala SMK Negeri 17 Samarinda Terima Penghargaan Indonesian Awards Of Education 2017

SMP Negeri 4 Kongbeng Adakan Perjusami